Pages
Friday, September 7, 2012
True Love Story
Pagi itu klinik sangatlah sibuk. Sekitar jam 9.30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sangat sibuk.
Mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi. Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak sangat gelisah. Sebentar - sebentar ia melirik ke arah jam tangannya. Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang aku menyempatkan diri untuk menghampirinya dan memeriksa lukanya, nampaknya cukup baik dan kering.
Hanya tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit untuk dilakukan, sehingga atas persetujuan dokter aku memuntuskan untuk melakukannya sendiri. Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain sehingga nampak terburu - buru.
Lelaki tua ini menjawab tidak, dia hendak pergi ke rumah panti jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari - hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.
Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau ia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak dapat mengenalinya lagi sejak 5 tahun terakhir. Aku sangat terkejut dan berkata, "Dan bapak masih sering ke sana setiap hari walaupun istri bapak sudah tidak mengenali bapak lagi?"
Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tanganky sambil berkata, "Dia memang sudah tidak mengenali saya lagi, tapi saya masih mengenali dia bukan?"
Aku terus menahan air mata sampai kakek itu beranjak pergi, tanganku masih tetap merinding, 'Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam hidupku'
Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis. Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini. Yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.
Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki ...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment