Pages

Saturday, March 9, 2013

Heidemarie Schwermer, 17 Tahun Hidup Bahagia Tanpa Uang

Di zaman seperti sekarang ini sulit rasanya hidup tanpa memiliki uang. Semua hal dalam kehidupan kita setiap harinya harus membutuhkan uang. Uang pun biasanya dijadikan ukuran seberapa suksesnya orang tersebut. Siapa yang bisa hidup tanpa uang di zaman modern seperti saat ini?


Heidemari Schwermer

Jawabannya adalah wanita asal Jerman bernama Heidemarie Schwermer. Wanita berusia 71 tahun itu sudah hidup selama 17 tahun tanpa uang. Benarkah?

Heidemarie dilahirkan dari keluarga pengungsi Perang Dunia II dari Prusia ke Jerman. Sebelum mengungsi, di Prusia, ayahnya memiliki pabrik pemanggangan kopi yang cukup sukses dan terkenal. Saat kecil hidup Heidemarie amat nyaman, dan tentram, selalu ada pembantu yang siap melayani kebutuhan Heidemarie. Ditambah tukang kebun keluarga, tentunya mereka merupakan keluarga yang sangat kaya raya.

Saat PD II, keluarga mereka jatuh miskin dan terpaksa terbang ke Jerman. Ayahnya kemudian memulai bisnis kembali dengan membangun perusahaan rokok. Perlahan mereka mulai kaya kembali. Namun Heidemarie malah merasakan sesuatu yang bertentangan dengan kehidupan mewah yang selama ini ia dapatkan.

Sekitar tahun 1994, Heidemarie mencari cara baru agar bisa hidup tanpa uang. Kemudian dia mendirikan yayasan pertukaran jasa, “Give and Take Central”. Yayasan ini menolong dan melayani orang dengan cara yang sederhana. Seperti mengasuh bayi atau membersihkan rumah yang dibayar dengan makanan. Barulah ia mulai bisa sedikit demi sedikit hidup dengan menggunakan uang.

Sampai akhirnya seorang temannya menantang dia untuk tinggal di rumahnya selama 3 bulan. Heidemarie pun mengambil risiko untuk tidak hidup tanpa uang.dalam setahun. Lalu kemudian Heidemarie tinggal dengan kawan lamanya. Dia melakukan pekerjaan rumah di mana dia tinggal, seperti berkebun, membersihkan jendela dan sebagai imbal jasanya, Heidemarie menerima makanan. Namun semakin ke sini, dia tak lagi mengharapkan imbalan apapun.

Kemudian ia pun menjadi pembicaraan orang-orang dan dia mulai diundang menjadi pembicara di kampus dan sekolah. Hebatnya lagi Heidemarie hanya menerima bila pihak pengundang bersedia menyediakan tiket transportasi dan menolak bentuk pembayaran lain dalam bentuk apapun.

Heidemarie pun berpindah ke satu tempat ke tempat lainnya sejak itu. Kini hidup Heidemarie diisi dengan bepergian untuk menjadi pembicara dan berbagi tanpa memusingkan harus tinggal di mana dan makan apa untuk ke depannya.

Kini jadwal Heidemarie cukup padat. Setelah sepekan menjadi pembicara di suatu wilayah, dia akan berkemas dan pergi dari satu tempat ke tempat lainnya masih di wilayah Eropa. Ia meminta bagi pengundang cukup menyediakan akomodasi transportasi untuknya.


detik.com
READ MORE - Heidemarie Schwermer, 17 Tahun Hidup Bahagia Tanpa Uang

Thursday, March 7, 2013

Gadis Cilik Ini Harus Minum 33 Pil Tiap Hari Karena Tidak Bisa Berkeringat


Berkeringat adalah cara tubuh untuk mengontrol suhu internalnya, yang akan mengeluarkan butir-butir keringat ketika suhu tubuh meningkat. Seorang gadis di South Carolina, mengalami gangguan metabolisme genetik langka yang membuatnya tidak bisa berkeringat.

Sarah Larimore baru berusia 7 tahun, tetapi dirinya harus mengonsumsi berbagai macam obat setiap hari karena penyakit langka yang menyerangnya. Dokter mendiagnosis Sarah dengan cystinosis, yaitu gangguan sistem metabolisme yang menyebabkan kelenjar keringatnya tidak mampu mengeluarkan keringat.

"Kami tinggal di South Carolina yang cuacanya sangat panas, sehingga saya terpaksa melarang Sarah untuk tidak keluar rumah selama musim pana. Sarah lebih banyak menghabiskan waktunya di musim panas dengan berendam di kolam renang yang kami bangun di halaman rumah agar tidak kepanasan," terang Katie Larimore, ibu Sarah.


Karena penyakit Sarah cukup langka, belum banyak informasi tentang penyakit ini. Pemerintah South Carolina memperhatikan berbagai kasus penyakit langka dengan membujuk perusahaan farmasi untuk berinvestasi dalam pengobatan.

Gangguan cystinosis ini menyebabkan asam amino, sistin, menumpuk di setiap sel tubuh dan merusak sel darah. Hal ini dapat menyebabkan tubuh kesulitan mengontrol suhu internalnya dan tidak mampu mensekresikan keringat. Jika Sarah terlalu lama kepanasan, pipinya akan berubah menjadi merah.

"Ketika Sarah berumur satu tahun, dirinya tidak tumbuh dengan baik dan perlu minum dua galon air per hari. Kini Sarah harus mengambil 33 pil setiap hari dan jumlah obat-obatan tersebut akan meningkat menjadi sekitar 80 pil saat dirinya remaja kelak," kata Katie, dilansir ABC News, Jumat (1/3/2013).

Sarah mengambil obat Cystagon sebanyak 6 kali sehari, termasuk di tengah malam yang membuat napasnya bau. Setiap jam dirinya harus menerapkan obat tetes mata untuk mencegah kebutaan. Sarah juga harus mendapatkan suntikan hormon pertumbuhan setiap hari.

Dokter menyatakan bahwa Sarah akan membutuhkan transplantasi ginjal pada saat umurnya mencapai 15 tahun. Tetapi Sarah termasuk pasien cystinosis yang beruntung, karena kebanyakan anak-anak yang mendapatkan diagnosis cystinosis lebih lambat dari Sarah, meninggal di usia 15 tahun.

Sebuah perusahaan farmasi diharapkan mendapat persetujuan FDA untuk obat baru yang bisa menggantikan Cystagon. Obat baru tersebut dirancang untuk bekerja selama 12 jam, bukan lagi 6 jam yang dapat mengganggu tidurnya.
READ MORE - Gadis Cilik Ini Harus Minum 33 Pil Tiap Hari Karena Tidak Bisa Berkeringat
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...