Pages

Saturday, August 22, 2015

20+ Photos Of Lovers Around The World, Guaranteed To Inspire Wanderlust

4,000 photographers from 40 different countries submitted to the Best of the Best Destination Photography Contest.
The destination contest accepted engagement, wedding, anniversary, honeymoon and vow-renewal photos, and was judged on how well each photograph captured the love of the couple and the beauty of the destination.
More info: junebugweddings.com

#1 Bali, Indonesia

Bali, Indonesia




READ MORE - 20+ Photos Of Lovers Around The World, Guaranteed To Inspire Wanderlust

Turtle Taxi, Layanan Taksi Paling Lambat di Dunia

Kendaraan umum seperti taksi biasanya memberikan layanan jasa untuk mengangkut penumpangnya dengan cepat agar tidak terlambat menuju tempat tujuan mereka, namun berbeda halnya dengan taksi yang ada di Jepang.

Taksi ini justru memiliki kecepatan yang begitu lambat bagi para penumpangnya, sehingga sangat tidak cocok bila dinaiki oleh orang yang sedang berkejaran dengan waktu, karena bisa dipastikan jadwal mereka akan berantakan.


Taksi ini disediakan oleh salah satu layanan jasa taksi bernama Sanwa Koutsu Group yang berada di Jepang. Perusahaan taksi ini tidak membuat jasa layanan taksi yang cepat tapi justru jasa layanan taksi ini berbeda, mereka membuat jasa layanan taksi dengan kecepatan lambat seperti gerak kura-kura.

Untuk itu pemilik Sanwa Koutsu Group memberikan gambar kura-kura sebagai icon taksi mereka. Kura-kura yang merupakan hewan yang terkenal dengan jalannya yang lambat menjadi maskot dan ikon taksi ini, sehingga taksi ini berbeda dengan taksi-taksi lain yang dikemudikan dengan cepat untuk mengejar ketinggalan waktu penumpangnya.


Turtle Taxi orang biasa menyebutnya, setiap orang yang menaiki taksi ini akan dibuat senyaman mungkin duduk diatas kursinya, para pengemudi dianjurkan untuk mengemudikan taksi tersebut dengan ritme yang halus, mereka tidak boleh menambah atau mengurangi kecepatan secara mendadak, yang biasanya membuat penumpang terkejut.

Jasa layanan taksi ini lebih sering dipilih dan digunakan oleh para ibu-ibu yang akan bepergian dengan buah hati mereka dengan alasan tidak menyukai pengemudi mengendarai taksi dengan cara ugal-ugalan.

Selain itu taksi ini akan memberikan pilihan kepada para penumpang untuk memilih sendiri kecepatan yang mereka inginkan, hanya tinggal menekan tombol Yukkuri, para penumpang bisa memilih mode perjalanan halus dan santai sesuai dengan yang mereka inginkan.


Untuk sekarang jasa layanan taksi ini hanya tersedia di daerah Yokahoma saja, namun rencananya sesegera mungkin Sanwa Koutsu Group akan memperluas layanan dan jasa mereka tersebut hingga kota-kota besar lainya yang berada di Jepang, mulai dari Kanagawa, Tokyo bahkan hingga Saitama.

source
READ MORE - Turtle Taxi, Layanan Taksi Paling Lambat di Dunia

The Sad Truth About Today’s World Illustrated By Steve Cutts

Art isn’t all fairytale photoshoots and landscape shots – it can also act as catalyst of change. And Steve Cutts thinks that many things in the world should be different. Work shouldn’t be a grinding, soul-crushing rat race for the almighty dollar. Consumerism shouldn’t hold a vice-like grip on our lives. And social media, well, we need to throw-off the shackles we so eagerly put on ourselves. Wouldn’t life be better then?
Steve Cutts is an illustrator and animator from London. Faced with the choice of working at McDonalds or studying Fine Arts, he chose the latter. He worked at Glueisobar as the main storyboard concept artist before making the leap to freelance work. Cutts makes videos and images that criticize modern life – he states that insanity of humanity is an endless pool of inspiration.

READ MORE - The Sad Truth About Today’s World Illustrated By Steve Cutts

Baru 14 Tahun, Pemuda Ini Sudah Masuk UGM

Remaja berusia 14 tahun biasanya masih duduk di bangku SMP, namun berbeda dengan pemuda yang satu ini. Meski masih berusia 14 tahun, pemuda bernama Aldo Meyolla Geraldino ini sudah menjadi mahasiswa Universitas Gajah Mada atau UGM dan mengambil Fakultas Kedokteran.


Aldo Meyolla Geraldino (Tribunnews)

Kecepatan di bidang akademi ini karena dia mengikuti program akselerasi sejak SD hingga SMA. Dilansir dari Liputan6com, Jumat (21/8/2015), pemuda kelahiran Solo 19 Desember 2000 ini belajar di SDN 16 Solo Jawa Tengah selama 5 tahun. Kemudian belajar di SMP 9 Solo selama 2 tahun. Dia juga menyelesaikan pendidikan di SMA 1 Solo selama 2 tahun. Aldo mengaku, program akselerasi yang diikutinya atas inisiatif sang guru.

Tentunya cukup sulit untuk bisa bergaul dengan teman yang usianya jauh dibandingkan dirinya. Namun untuk Aldo, dia tidak merasa kesulitan. Ia bisa berteman dengan sesama mahasiswa baru UGM.


Aldo Meyolla Geraldino (ugm.ac.id)

“Ya biasa saja sih, kenalan sama teman biasa. Enggak ada canggung, biasa saja. Dulu di SMP atau SMA juga biasa saja. Di UGM juga biasa kan ada teman sekolah yang lolos di FK UGM jadi biasa saja,” ujar Aldo.

Selama orientasi mahasiswa baru, atau dulu dikenal dengan istilah ospek, yang berlangsung selama 3 hari ini, Aldo mengaku mendapatkan teman baru. Mahasiswa lain juga menganggapnya seperti mahasiswa pada umumnya. Tidak ada perbedaan dengan umurnya yang masih remaja.


Aldo Meyolla Geraldino (Liputan6)

“Persiapannya ya biasa seperti mahasiswa. Sekarang kan juga nge kost jadi ya biasa kayak mahasiswa lain. Enggak ada kendala apapun dalam interaksi dengan teman-teman,” kata penggemar musik rock ini.

Karena usianya itu, Humas Fakultas Kedokteran UGM Dian P mengatakan kalau Aldo adalah mahasiswa termuda di FK UGM. Sebelumnya, rekor untuk mahasiswa termuda di FK UGM tercatat pada usia 17 tahun.

Dia mengatakan, setiap kelebihan pasti ada sisi kekurangannya. Walaupun begitu di FK UGM akan memantau mahasiswanya, termasuk Aldo di bidang akademik melalui Dosen Pembimbing Akademik (DPA).

READ MORE - Baru 14 Tahun, Pemuda Ini Sudah Masuk UGM

Wednesday, August 5, 2015

Photographer Uses LED Lights To Capture The Motions Of Musicians

What does music look like? We’ve all seen visualizations of sound-waves, but what about the motions a person must perform to create music? This what Ontario artist Stephen Orlando managed to successfully capture.

Orlando uses LED lights and long exposures to record a musician’s movement. He attached the lights to special bows and then asked violinists and cellists to play, turning their actions into waves of brilliant light.

“A relative motion between the performer and camera must exist for the light trails to move through the frame,” says Orlando. “I found it easier to move the camera instead of the performer. The LED's are programmed to change color to convey a sense of time…Each photo is a single exposure and the light trails have not been manipulated in post processing.”

READ MORE - Photographer Uses LED Lights To Capture The Motions Of Musicians
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...